MENGENAL CYBER CRIME

Kebutuhan dan penggunaan akan teknologi informasi yang diaplikasikan dengan Internet dalam segala bidang seperti e-banking, e-commerce, e-government, e-education dan banyak lagi telah menjadi sesuatu yang lumrah. Bahkan apabila masyarakat terutama yang hidup di kota besar tidak  bersentuhan dengan persoalan teknologi informasi dapat dipandang terbelakang atau ”GAPTEK”. Internet telah menciptakan dunia baru yang dinamakan cyberspace  yaitu sebuah dunia komunikasi berbasis computer yang menawarkan realitas yang baru berbentuk virtual (tidak langsung dan tidak nyata).

Cybercrime adalah kejahatan dimana tindakan kriminal hanya bisa dilakukan dengan menggunakan teknologi cyber dan terjadi di dunia cyber. Kategori Cybercrime yang diambil dari adalah:

1. Cyberpiracy (Pembajakan)

Penggunaan teknologi komputer untuk :

  • Mencetak ulang software atau informasi
  • Mendistribusikan informasi atau software tersebut melalui jaringan computer

2. Cybertrespass (Penyalahgunaan)

Penggunaan teknologi komputer untuk meningkatkan akses pada:

  • Sistem komputer sebuah organisasi atau individu
  • Web site yang di-protect dengan password

3. Cybervandalism (Perusakan)

Penggunaan teknologi komputer untuk membuat program yang :

  • Mengganggu proses transmisi informasi elektronik
  • Menghancurkan data di computer

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi akan menimbulkan dampak yang positif dan dampak yang negatif, tergantung dari bagaimana pola pikir masyarakat itu sendiri sebagai pengguna teknologinya. “Teknologi informasi saat ini menjadi pedang bermata dua, karena selain memberikan kontribusi bagi peningkatan kesejahteraan, kemajuan peradaban dunia, sekaligus menjadi sarana efektif perbuatan melawan hukum”.(Ahmad M. Ramli, 2004:1).

Kemajuan dibidang teknologi akan berjalan bersamaan dengan munculnya perubahan-perubahan didalam masyarakat dapat mengenai nilai sosial, kaidah-kaidah sosial, pola-pola prilaku, organisasi dan susunan lembaga kemasyarakatan. Cicero mengatakan “Ubi societas ibi justicia”.(Ermansjah Djaja, 2010;12). Pribahasa yang berasal dari bahasa latin ini mengartikan bahwa dimana ada masyarakat dan kehidupan disana ada hukum (keadilan).

Dari pribahasa ini Kami dapat menyimpulkan bahwa ketika adanya kehidupan atau masyarakat maka tidak terlepas dari tindakan-tindakan kejahatan yang menuntut sebuah hukum atau keadilan. Teori ini Kami kira terbukti, bahwa semakin maju dan berkembangnya kehidupan manusia maka akan semakin maju dan semakin modern modus kejahatan yang terjadi.

Teknologi telah merubah pola kehidupan manusia diberbagai bidang, sehingga secara langsung telah mempengaruhi munculnya perubahan hukum baru di masyarakat. Bentuk-bentuk perbuatan hukum itu perlu mendapat penyesuaian, seperti melakukan harmonisasi terhadap beberapa perundang-undangan yang sudah ada, mengganti jika tidak sesuai lagi dan membentuk ketentuan hukum baru.

Macam-Macam Modus Kejahatan Komputer

Berbicara mengenai modus atau tindakan kejahatan yang dilakukan oleh para pelaku kejahatan cybercrime kami kira jumlahnya sangat banyak. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Carding
  2. Cracking
  3. Joy computing
  4. Hacking
  5. The trojan horse
  6. Data leakage
  7. Data diddling
  8. Software pirac
  9. Cyber Espionage
  10. Data Forgery
  11. Unauthorized Access to Komputer System and Service
  12. Cyber Sabotage and Extortion
  13. Offense against Intellectual Property
  14. Ilegal Contents
  15. Infringements of Privacy

Sumber:

http://slametridwan.wordpress.com/cybercrime/

http://www.it.ums.ac.id

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s