PENGERTIAN ETIKA

1.      Pengertian Etika

Pengertian etika menurut Lukman Ali dalam kamus besar bahasa indonesia (1995) etika adalah nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat. Sedangkan menurut K. Bertens dalam bukunya yang berjudul Pengantar Etika Bisnis memberikan pengertian bahwa etika mempunyai arti yaitu ilmu tentang apa yang biasa dilakukan atau ilmu tentang adat kebiasaan.

Dari asal usulnya, etika berasal dari bahasa yunani ”ethos” yang berarti adat istiadat atau kebiasaan yang baik. Bertolak dari kata tersebut, akhirnya etika berkembang menjadi studi tentang kebiasan manusia berdasarkan kesepakatan, menurut ruang dan waktu yang berbeda, yang menggambarkan perangai manusia dalam kehidupan pada umumnya.

2.      Moral

Moral berasal dari bahasa latin ”Mos” yang berarti adat atau kebiasaan. Moral di pandang dari sudut salah satu cabang ilmu bahasa yang menyelidiki asal usul kata yaitu cabang ilmu etimologi, bahwasanya moral itu sama dengan etika yaitu nilai dan norma yang menjadi pegangan seseorang.

Nilai yang menjadi pegangan seseorang biasa terdiri dari dua hal yaitu sesuatu hal yang buruk dan yang baik. Untuk mendapatkan konsep yang sama mengenai penilaian baik dan buruk bagi semua manusia dalam ruang dan waktu tertentu, maka muncul beberapa faham atau aliran yang menyatakan sesutu hal itu baik atau buruk dipandang dari sudut tertentu. Berikut beberapa faham atau aliran yang pernah ada dan terus berkembang sampai saat ini:

a.      Naturalisme

Yang menjadi ukuran baik dan buruknya perbuatan manusia adalah perbuatan yang sesuai dengan naluri manusia itu sendiri. Yang menjadi ukuran baik atau buruk adalah sesuatu hal yang sesuai dengan keadaan alam, apabila alami maka itu dikatakan baik, sedangkan apabila tidak alami dipandang buruk. Jean Jack Rousseau mengemukakan bahwa kemajuan, pengetahuan dan kebudayaan adalah menjadi perusak alam semesta.

b.      Hedonisme

Aliran hedonisme berpendapat bahwa aliran baik dan buruk adalah kebahagiaan karenanya suatu perbuatan dapat mendatangkan kebahagiaan maka perbuatan itu baik dan sebaliknya perbuatan itu buruk apabila mendatangkan penderitaan. Tujuan hidup manusia itu adalah mencari sebuah kenikmatan atau kesenangan (hedone). Namun keutamaannya adalah bagaimana cara menuju kepada kesenangan atau kenikmatan tersebut. Contohnya adalah alian Epikorus (341-270 SM), menurut mereka kesenangan yang dicari haruslah kesenangan yang sesungguhnya karena diantara kesenangan tersebut ada yang mempunyai akibat yang justru bertentangan dengan kesenangan yaitu penderitaan. Dengan deimikian kenikmatan yang dicari adalah kenikmatan yang tidak mengakibatkan penderitaan.

c.       Utulitarisme

Paham ini berpendapat bahwa yang baik adalah yang bermanfaat hasilnya dan yang buruk hasilnya tidak bermanfaat. Manfaat disini adalah kebahagiaan untuk sebanyak-banyak manusia dari segi jumlah atau nilai. Maksud dari paham ini adalah agar manusia dapat mencari kebahagiaan sebesar-besarnya untuk sesama manusia atau semua mahkluk yang memiliki perasaan. Tokoh aliran ini adalah John Stuart Mill (1806-1873)

d.      Idealisme

Aliran Idealisme dipelopori oleh Immanuel Kant (1724-1804). Menurut aliran ini ”kemauan” merupakan faktor terpenting dari wujudnya tindakan-tindakan yang nyata. Kemauan perlu disempurnaka dengan perasaan kewajiban agar terwujud tindakan yang baik.

e.       Vitalisme

Perbuatan baik menurut aliran ini adalah orang yang kuat, dapat memaksakan dan menekankan kehendaknya. Agar berlaku dan ditaati oleh orang-orang yang lemah. Manusia hendaknya mempunyai daya hidup atau vitalita untuk menguasai dunia dan keselamatan manusia tergantung daya hidupnya. Tokoh utama faham ini adalah Friedrich Netzche (1844-1900).

Aliran ini terdiri dari dua kelompok yaitu:

1)      Vitalisme pessimistis (negative vitalistis)

Kelompok ini terkenal dengan ungkapan “homo homini lupus” artinya “manusia adalah serigala bagi manusia yang lain”.

2)      Vitalisme optimistis.

Menurut aliran ini “perang adalah halal”, sebab orang yang berperang itulah (yang menang) yang akan memegang kekuasaan.

f.       Theologis

Aliran ini menyatakan bahwa baik dan buruknya perbuatan sekarang tergantung dari ketaatan terhadap ajaran Tuhan lewat kitab sucinya. Hanya saja aliran ini tidak menyebutkan dengan jelas Tuhan dan Kitab sucinya. Yang menjadi ukuran baik-buruknya perbuatan manusia adalah didasarkan kepada ajaran Tuhan. Segala perbuatan yang diperintah Tuhan itu perbuatan yang baik dan segala perbuatan yang dilarang oleh Tuhan itu perbuatan buruk.

 

3.      Etika yang berkembang di masyarakat

Jika etika dihubungkan dengan moral, kita akan berbicara tentang nilai dan norma yang berkembang dalam kehidupan bermasyarakat. Dan jika dilihat berdasarkan nilai dan norma yang terkandung didalamnya, etika dapat dikelompokkan dalam dua jenis;

  • Etika Deskriptif
  • Etika Normatif

Perbedaan etika deskriptif dengan etika normatif adalah bahwa etika deskriptif memberikan fakta sebagai dasar untuk mengambil keputusan tentang perilaku yang akan dilakukan, sedangkan etika normatif memberikan penilaian sekaligus memberikan norma sebagai dasar dan kerangka tindakan yang akan di putuskan.

Sony keref (1991) dalam Erfan Rusdi S.Kom, mencatat ada dua norma yang berkembang, yaitu norma umum dan norma khusus. Norma umum merupakan norma yang memiliki sifat universal yang dapat dikelompokkan lagi menjadi tiga kelompok, yaitu;

  • Norma sopan santun,
  • Norma hukum
  • Norma moral

Adapun norma khusus merupakan aturan yang berlaku dalam bidang kegiatan atau kehidupan dalam lingkup yang lebih sempit. Misalnya menyangkut aturan menjenguk pasien di sebuah rumah sakit, aturan bermain dalam olahraga dan sebagainya. Etika umum adalah etika tentang kondisi-kondisi dasar dan umum, bagaimana manusia harus bertindak secara etis. Etika ini merupakan prinsip-prinsip moral dasar yang menjadi pegangan manusia dalam bertindak serta tolak ukur dalam menilai baik buruknya suatu tindakan.

Adapun etika khusus merupakan penerapan prinsip-prinsip moral dasar dalam kehidupan khusus. Penerapan dalam bidang khusus tersebut misalnya bagaimana seseorang bertindak dalam bidang kehidupan tertentu yang dilatarbelakangi oleh kondisi yang memungkinkan bagi manusia untuk bertindak secara etis. Hal itu dapat dilihat pada etika untuk melakukan kegiatan olah raga, etika untuk melakukan kegiatan pemasaran sebuah produk, dan lain sebagainya.

Sumber:

http://syidik-corp.blogspot.com/2012/08/aliran-etika-dan-akhlak.html (2012)

http://4ies.wordpress.com/about/ (2008)

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s