ETIKA BER-INTERNET

Perubahan yang terjadi pada cara berfikir manusia sebagai salah satu akibat perkembangan teknologi tersebut, sedikit banyak akan berpengaruh terhadap pelaksanaan dan cara pandang manusia terhadap etika dan norma-norma dalam kehidupannya. Orang yang biasanya berinteraksi, bertransaksi dan berkomunikasi secara fisik, karena perkembangan teknologi komputer maka hal-hal tersebut banyak dilakukan melalui teknologi.

Salah satu perkembangan pesat di bidang teknologi komputer yang bersifat informasi adalah internet yang didalamnya termasuk web site dan blog. Internet merupakan suatu jaringan yang menghubungkan komputer di seluruh dunia tanpa dibatasi oleh jumlah unit menjadi satu jaringan yang bisa saling mengakses. Dengan internet tersebut, satu komputer dapat berkomunikasi secara langsung dengan komputer lain diberbagai belahan dunia.

Perkembangan internet dalam hal ini blog memunculkan peluang baru untuk mengembangkan sistem informasi yang disampaikan melalui internet yang cepat, mudah dan murah di berbagai bidang. Namun bagaikan dua sisi mata uang yang tidak terpisahkan, disamping menimbulkan kemudahan akan timbul permasalahan-permasalahan yang sebenarnya timbul akibat kurangnya moralitas dan etika yang dimiliki oleh pengguna teknologi tersebut.

Permasalahan-permasalahan tersebut diantaranya timbul isu-isu kejahatan komputer. Kejahatan komputer dapat diartikan sebagai ” kejahatan yang di timbulkan karena penggunaan komputer secara ilegal” (Andi Hamzah, 1989). Seiring dengan perkembangan pesat teknologi komputer, kejahatan bidang ini pun terus meningkat. Berbagai jenis kejahatan komputer yang terjadi mulai dari kategori ringan seperti penyebaran virus, spam email, penyadapan trasmisi sampai pada kejahatan-kejahatan kategori berat seperti misalnya carding dan lain-lain.

Untuk mencegah timbulnya isu-isu tersebut dapat diterapkan kepada diri manusianya sebagai pengguna internet (dari sejak dini) kesadaran akan prilaku yang baik, menghormati dan menghargai hak-hak orang lain, bertindak sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku. Takut akan ancaman-ancaman hukum pidana yang diberikan oleh Undang-undang yang berlaku. Perkembangan internet sudah barang tentu memberikan dampak yang sangat besar bagi kehidupan manusia diberbagai aspek kehidupan. Karena berbagai alasan diantaranya:

1. Tidak adanya batasan akses dalam arti kita dapat mengakses internet kapan saja tidak dibatasi oleh ruang dan waktu.

2. Akses yang sangat mudah dan murah dari mulai informasi sampai transaksi.

3. Memberikan sarana interkasi dan relasi

4. Kemudahan mengupdate materi

5. Penyebaran telah merambah kesegala penjuru dunia

Akibat dari perkembangan internet yang semakin pesat menuntut dibuatkannya aturan, norma dan etika yang dapat memberikan batasan-batasan kepada pengguna internet yang beraktifitas didalamnya. Hal itu disebabkan oleh beragamnya kultur, budaya, adat dan istiadat yang berbeda sehingga tidak dapat dipungkiri akan menimbulkan perbedaan faham dan kebiasaan pada setiap individu yang berinteraksi di internet.

Tidak hanya itu pula berbagai fasilitas di internet juga memungkinkan seseorang untuk bertindak etis dan tidak etis. Semakin bertambahnya pengguna internet yang juga perlu diberikan petunjuk agar memahami budaya yang baik ketika berinternet. Maka dari itu disebabkan hal-hal tersebut maka perlu dibuatkan aturan dan etika berinternet sehingga dapat tercipta suasana yang kondusif. Sebagai salah satu contoh etika yang telah ditetapkan oleh sebuah komunitas masyarakat internasional yang tergabung dalam IETF (The Internet Enginnering Task Force) yang disebut Netiket atau Nettiquette.

Netiquette adalah istilah yang menggambarkan etiket di Internet. Netiquette adalah kombinasi dari ”network” (jaringan) dan ”etiket” (tata cara) Netiquette mencakup tata cara dari semua jenis komunikasi internet seperti email, papan pesan, forum chating, pesan instan dan lain-lain.

Sumber:

Andi, Hamzah. Aspek-aspek Pidana di Bidang Komputer, Jakarta: Sinar Grafika 1987.

http://kutubuku.web.id/2511/apakah-arti-netiquette

http://it.ums.ac.id/?p=42

Advertisements

ETIKA PROFESI DAN PROFESIONALISME

1.      Profesi dan Profesionalisme

Dalam Kode Etik Profesi Telematika Indonesia, tepatnya pada Bab I Pedoman Umum Pasal 1 Pengertian mengartikan bahwa: ”Profesi adalah kelompok lapangan kerja yang khusus melaksanakan kegiatan yang memerlukan ketrampilan dan keahlian tinggi guna memenuhi kebutuhan yang rumit dari manusia….”.

Disana juga disebutkan Profesional adalah ”seseorang yang memberikan jasa/praktek pada pemakai jasa profesional atau klien”. Sedangkan Profesionalisme adalah ”menunjukan ide, aliran, isme yang bertujuan mengembangkan profesi agar profesi dilaksanakan oleh profesional dengan mengacu pada norma-norma standar dan kode etik serta memberikan layanan yang terbaik pada klien”.

Ciri-Ciri Profesi Secara umum ada beberapa ciri atau sifat yang selalu melekat pada  profesi, yaitu :

  1. Adanya pengetahuan khusus, yang biasanya keahlian dan keterampilan ini dimiliki berkat pendidikan, pelatihan dan pengalaman yang bertahun-tahun.
  2. Adanya kaidah dan standar moral yang sangat tinggi. Hal ini biasanya setiap pelaku profesi mendasarkan kegiatannya pada kode etik profesi.
  3. Mengabdi pada kepentingan masyarakat, artinya setiap pelaksana profesi harus  meletakkan kepentingan pribadi di bawah kepentingan masyarakat.
  4. Ada izin khusus untuk menjalankan suatu profesi. Setiap profesi akan selalu berkaitan dengan kepentingan masyarakat, dimana nilai-nilai kemanusiaan berupa keselamatan, keamanan, kelangsungan hidup dan sebagainya, maka untuk menjalankan suatu profesi harus terlebih dahulu ada izin khusus.
  5. Kaum profesional biasanya menjadi anggota dari suatu profesi.

  Perbedaan Antara Profesi dan Profesional

PROFESI : PROFESIONAL :
  • Mengandalkan suatu keterampilan atau keahlian khusus.
  • Dilaksanakan sebagai suatu pekerjaan atau kegiatan utama (purna waktu).
  • Dilaksanakan sebagai sumber utama nafkah hidup.
  • Dilaksanakan dengan keterlibatan pribadi yang mendalam.
  • Orang yang tahu akan keahlian dan keterampilannya
  • Meluangkan seluruh waktunya untuk pekerjaan atau kegiatannya itu.
  • Hidup dari situ.
  • Bangga akan pekerjaannya.

 

 

Syarat-syarat suatu profesi :

  1. Melibatkan kegiatan intelektual
  2. Menggeluti suatu batang tubuh ilmu yang khusus.
  3. Memerlukan persiapan profesional yang alam dan bukan sekedar latihan.
  4. Memerlukan latihan dalam jabatan yang berkesinambungan.
  5. Menjanjikan karir hidup dan keanggotaan yang permanen.
  6. Mementingkan layanan di atas keuntungan pribadi.
  7. Mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat.
  8. Menentukan baku standarnya sendiri, dalam hal ini adalah kode etik.

 2.      Etika Profesi

Berkaitan dengan bidang pekerjaan yang telah dilakukan seseorang sangatlah perlu untuk menjaga profesi dikalangan masyarakat atau terhadap konsumen atau klien. Dengan kata lain pandangan utama profesi adalah untuk kepentingan masyarakat dengan menggunakan keahlian yang dimiliki. Akan tetapi tanpa disertai suatu kesadaran diri yang tinggi, profesi dapat dengan mudahnya disalahgunakan oleh seseorang seperti pada penyalahgunaan profesi seseorang dibidang komputer misalnya pada kasus kejahatan komputer yang berhasil mengcopy program komersial untuk diperjualbelikan lagi tanpa ijin dari hak pencipta atas program yang dikomersilkan itu. Sehingga perlu pemahaman atas etika profesi dengan memahami kode etik profesi.

Kode etikadalah ”norma atau azas yang diterima oleh suatu kelompok tertentu sebagai landasan tingkah laku sehari-hari di masyarakat maupun di tempat kerja”.  Dalam kaitannya dengan profesi, bahwa kode etik merupakan tata cara atau aturan yang  menjadi standart kegiatan anggota suatu profesi. Suatu kode etik menggambarkan nilai-nilai professional suatu profesi yang diterjemahkan kedalam standar perilaku anggotanya. Nilai professional paling utama adalah keinginan untuk memberikan pengabdian kepada masyarakat.

Kode etik profesi merupakan sarana untuk membantu seseorang sebagai seorang yang professional supaya tidak dapat merusak etika profesi. Ada tiga hal pokok yang merupakan fungsi dari kode etik profesi antara lain :

  1. Kode etik profesi memberikan pedoman bagi setiap anggota profesi tentang prinsip profesionalitas yang digariskan. Maksudnya bahwa dengan kode etik profesi, pelaksana profesi mampu mengetahui suatu hal yang boleh dia lakukan dan yang tidak boleh dilakukan.
  2. Kode etik profesi merupakan sarana kontrol sosial bagi masyarakat atas profesi yang bersangkutan.
  3. Kode etik profesi mencegah campur tangan pihak diluar organisasi profesi tentang hubungan etika dalam keanggotaan profesi

 

 

3.      Etika Komputer

Perubahan yang terjadi pada cara berfikir manusia sebagai salah satu akibat perkembangan teknologi tersebut, sedikit banyak akan berpengaruh terhadap pelaksanaan dan cara pandang manusia terhadap etika dan norma-norma dalam kehidupannya. Orang yang biasanya berinteraksi, bertransaksi dan berkomunikasi  secara fisik, karena perkembangan teknologi komputer maka hal-hal tersebut banyak dilakukan melalui teknologi.

Teknologi sebenarnya hanya alat yang digunakan manusia untuk menjawab tantangan hidup. Jadi, faktor manusia dalam teknologi sangat penting. Bagaimana manusia itu memanfaatkan teknologi apakah secara benar untuk kemaslahatan atau bahkan sebaliknya untuk bertindak yang tidak sesuai dengan yang seharusnya.

Salah satu perkembangan pesat di bidang teknologi komputer yang bersifat informasi adalah internet yang didalamnya termasuk web site dan blog. Internet merupakan suatu jaringan yang menghubungkan komputer di seluruh dunia tanpa dibatasi oleh jumlah unit menjadi satu jaringan yang bisa saling mengakses. Dengan internet tersebut, satu komputer dapat berkomunikasi secara langsung dengan komputer lain diberbagai belahan dunia.

Perkembangan internet dalam hal ini blog memunculkan peluang baru untuk mengembangkan sistem informasi yang disampaikan melalui internet yang cepat, mudah dan murah di berbagai bidang. Namun bagaikan dua sisi mata uang yang tidak terpisahkan, disamping menimbulkan kemudahan akan timbul permasalahan-permasalahan yang sebenarnya timbul akibat kurangnya moralitas dan  etika yang dimiliki oleh pengguna teknologi tersebut.

Permasalahan-permasalahan tersebut diantaranya timbul isu-isu kejahatan komputer. Kejahatan komputer dapat diartikan sebagai ” kejahatan yang di timbulkan karena penggunaan komputer secara ilegal” (Andi Hamzah, 1989). Seiring dengan perkembangan pesat teknologi komputer, kejahatan bidang ini pun terus meningkat. Berbagai jenis kejahatan komputer yang terjadi mulai dari kategori ringan seperti penyebaran virus, spam email, penyadapan trasmisi sampai pada kejahatan-kejahatan kategori berat seperti misalnya carding dan lain-lain.

Untuk mencegah timbulnya isu-isu tersebut dapat diterapkan kepada diri manusianya sebagai pengguna internet (dari sejak dini) kesadaran akan prilaku yang baik, menghormati dan menghargai hak-hak orang lain, bertindak sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku. Takut akan ancaman-ancaman hukum pidana yang diberikan oleh Undang-undang yang berlaku.

 

4.      Profesional dan Profesionalisme

a. Profesionalisme Umum

Profesional adalah pekerja yang menjalankan profesi. Seseorang yang profesional harus menjalankan kegiatan yang menjadi profesinya dengan sepenuhnya tanpa ada rasa malu, sentimen, benci sikap malas dan enggan bertindak.

Profesi yang dimiliki oleh seorang profesional adalah profesi yang di miliki melalui proses pelatihan dan pendidikan yang khusus yang dijalankan dengan unsur semangat pengabdian, hal ini yang membedakan dengan kerja biasa yang semata-mata bertujuan untuk mencari nafkah duniawi saja.

Terdapat tiga watak kerja seorang profesional diatanranya:

1)      Beritikad merealisasikan kebijakan demi tegaknya kehormatan profesi yang digeluti, sehingga tidak terlalu mementingkan imbalan .

2)      Mempunyai keahlian yang berkualitas tinggi yang diperoleh melalui pendidikan dan pelatihan yang panjang, ekslusif dan berat.

3)      Kerja seorang profesional diukur dengan kualitas baik teknis maupun moral dan tunduk pada kode etik.

Pofesionalisme adalah menunjukan ide, aliran atau isme yang bertujuan mengembangkan profesi, agar profesi dilaksanakan oleh profesional dengan mengacu kepada norma-norma standar dan kode etik serta memberikan layanan terbaik kepada klien.

 b. Profesionalisme di bidang IT

Kompetensi Profesionalisme dibidang IT terdiri dari beberapa hal diantaranya adalah sebagai berikut:

1)      Keterampilan Pendukuang Solusi IT

2)      Keterampilan Pengguna IT

3)      Pengetahuan di Bidang IT

Sumber:

http://www.scribd.com/doc/4707090/Kode-Etik-Profesi-Telematika-Indonesia

http://file.upi.edu/browse.php?dir=Direktori

PENGERTIAN ETIKA

1.      Pengertian Etika

Pengertian etika menurut Lukman Ali dalam kamus besar bahasa indonesia (1995) etika adalah nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat. Sedangkan menurut K. Bertens dalam bukunya yang berjudul Pengantar Etika Bisnis memberikan pengertian bahwa etika mempunyai arti yaitu ilmu tentang apa yang biasa dilakukan atau ilmu tentang adat kebiasaan.

Dari asal usulnya, etika berasal dari bahasa yunani ”ethos” yang berarti adat istiadat atau kebiasaan yang baik. Bertolak dari kata tersebut, akhirnya etika berkembang menjadi studi tentang kebiasan manusia berdasarkan kesepakatan, menurut ruang dan waktu yang berbeda, yang menggambarkan perangai manusia dalam kehidupan pada umumnya.

2.      Moral

Moral berasal dari bahasa latin ”Mos” yang berarti adat atau kebiasaan. Moral di pandang dari sudut salah satu cabang ilmu bahasa yang menyelidiki asal usul kata yaitu cabang ilmu etimologi, bahwasanya moral itu sama dengan etika yaitu nilai dan norma yang menjadi pegangan seseorang.

Nilai yang menjadi pegangan seseorang biasa terdiri dari dua hal yaitu sesuatu hal yang buruk dan yang baik. Untuk mendapatkan konsep yang sama mengenai penilaian baik dan buruk bagi semua manusia dalam ruang dan waktu tertentu, maka muncul beberapa faham atau aliran yang menyatakan sesutu hal itu baik atau buruk dipandang dari sudut tertentu. Berikut beberapa faham atau aliran yang pernah ada dan terus berkembang sampai saat ini:

a.      Naturalisme

Yang menjadi ukuran baik dan buruknya perbuatan manusia adalah perbuatan yang sesuai dengan naluri manusia itu sendiri. Yang menjadi ukuran baik atau buruk adalah sesuatu hal yang sesuai dengan keadaan alam, apabila alami maka itu dikatakan baik, sedangkan apabila tidak alami dipandang buruk. Jean Jack Rousseau mengemukakan bahwa kemajuan, pengetahuan dan kebudayaan adalah menjadi perusak alam semesta.

b.      Hedonisme

Aliran hedonisme berpendapat bahwa aliran baik dan buruk adalah kebahagiaan karenanya suatu perbuatan dapat mendatangkan kebahagiaan maka perbuatan itu baik dan sebaliknya perbuatan itu buruk apabila mendatangkan penderitaan. Tujuan hidup manusia itu adalah mencari sebuah kenikmatan atau kesenangan (hedone). Namun keutamaannya adalah bagaimana cara menuju kepada kesenangan atau kenikmatan tersebut. Contohnya adalah alian Epikorus (341-270 SM), menurut mereka kesenangan yang dicari haruslah kesenangan yang sesungguhnya karena diantara kesenangan tersebut ada yang mempunyai akibat yang justru bertentangan dengan kesenangan yaitu penderitaan. Dengan deimikian kenikmatan yang dicari adalah kenikmatan yang tidak mengakibatkan penderitaan.

c.       Utulitarisme

Paham ini berpendapat bahwa yang baik adalah yang bermanfaat hasilnya dan yang buruk hasilnya tidak bermanfaat. Manfaat disini adalah kebahagiaan untuk sebanyak-banyak manusia dari segi jumlah atau nilai. Maksud dari paham ini adalah agar manusia dapat mencari kebahagiaan sebesar-besarnya untuk sesama manusia atau semua mahkluk yang memiliki perasaan. Tokoh aliran ini adalah John Stuart Mill (1806-1873)

d.      Idealisme

Aliran Idealisme dipelopori oleh Immanuel Kant (1724-1804). Menurut aliran ini ”kemauan” merupakan faktor terpenting dari wujudnya tindakan-tindakan yang nyata. Kemauan perlu disempurnaka dengan perasaan kewajiban agar terwujud tindakan yang baik.

e.       Vitalisme

Perbuatan baik menurut aliran ini adalah orang yang kuat, dapat memaksakan dan menekankan kehendaknya. Agar berlaku dan ditaati oleh orang-orang yang lemah. Manusia hendaknya mempunyai daya hidup atau vitalita untuk menguasai dunia dan keselamatan manusia tergantung daya hidupnya. Tokoh utama faham ini adalah Friedrich Netzche (1844-1900).

Aliran ini terdiri dari dua kelompok yaitu:

1)      Vitalisme pessimistis (negative vitalistis)

Kelompok ini terkenal dengan ungkapan “homo homini lupus” artinya “manusia adalah serigala bagi manusia yang lain”.

2)      Vitalisme optimistis.

Menurut aliran ini “perang adalah halal”, sebab orang yang berperang itulah (yang menang) yang akan memegang kekuasaan.

f.       Theologis

Aliran ini menyatakan bahwa baik dan buruknya perbuatan sekarang tergantung dari ketaatan terhadap ajaran Tuhan lewat kitab sucinya. Hanya saja aliran ini tidak menyebutkan dengan jelas Tuhan dan Kitab sucinya. Yang menjadi ukuran baik-buruknya perbuatan manusia adalah didasarkan kepada ajaran Tuhan. Segala perbuatan yang diperintah Tuhan itu perbuatan yang baik dan segala perbuatan yang dilarang oleh Tuhan itu perbuatan buruk.

 

3.      Etika yang berkembang di masyarakat

Jika etika dihubungkan dengan moral, kita akan berbicara tentang nilai dan norma yang berkembang dalam kehidupan bermasyarakat. Dan jika dilihat berdasarkan nilai dan norma yang terkandung didalamnya, etika dapat dikelompokkan dalam dua jenis;

  • Etika Deskriptif
  • Etika Normatif

Perbedaan etika deskriptif dengan etika normatif adalah bahwa etika deskriptif memberikan fakta sebagai dasar untuk mengambil keputusan tentang perilaku yang akan dilakukan, sedangkan etika normatif memberikan penilaian sekaligus memberikan norma sebagai dasar dan kerangka tindakan yang akan di putuskan.

Sony keref (1991) dalam Erfan Rusdi S.Kom, mencatat ada dua norma yang berkembang, yaitu norma umum dan norma khusus. Norma umum merupakan norma yang memiliki sifat universal yang dapat dikelompokkan lagi menjadi tiga kelompok, yaitu;

  • Norma sopan santun,
  • Norma hukum
  • Norma moral

Adapun norma khusus merupakan aturan yang berlaku dalam bidang kegiatan atau kehidupan dalam lingkup yang lebih sempit. Misalnya menyangkut aturan menjenguk pasien di sebuah rumah sakit, aturan bermain dalam olahraga dan sebagainya. Etika umum adalah etika tentang kondisi-kondisi dasar dan umum, bagaimana manusia harus bertindak secara etis. Etika ini merupakan prinsip-prinsip moral dasar yang menjadi pegangan manusia dalam bertindak serta tolak ukur dalam menilai baik buruknya suatu tindakan.

Adapun etika khusus merupakan penerapan prinsip-prinsip moral dasar dalam kehidupan khusus. Penerapan dalam bidang khusus tersebut misalnya bagaimana seseorang bertindak dalam bidang kehidupan tertentu yang dilatarbelakangi oleh kondisi yang memungkinkan bagi manusia untuk bertindak secara etis. Hal itu dapat dilihat pada etika untuk melakukan kegiatan olah raga, etika untuk melakukan kegiatan pemasaran sebuah produk, dan lain sebagainya.

Sumber:

http://syidik-corp.blogspot.com/2012/08/aliran-etika-dan-akhlak.html (2012)

http://4ies.wordpress.com/about/ (2008)

 

PENDAHULUAN

Semoga setiap tulisan yang kami post dapat membawa manfaat dan menjadi sumber informasi yang baik.

Tujuan pembuatan dan penulisan blog antara lain:

  1.  Untuk memenuhi nilai UKK pelajaran Teknologi dan Komunikasi
  2. Untuk Bahan Pembelajaran Mengenal Blog dan Bagaimana Cara Pembuatannya
  3. Untuk Membuat konten atau isi Blog yang bermanfaat
  4. Untuk Media Penyampai Informasi yang mudah dan Murah